Ringkuangan: Pasokan Rica dari Luar Sulut, Intervensi Jangka Pendek

ManadoOne, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara, Jimmy Ringkuangan mengatakan, fasilitasi pasokan cabai dari luar daerah merupakan intervensi jangka pendek untuk menghadapi tekanan harga, bukan menggantikan produksi petani lokal.
“Fasilitasi ini untuk mengatasi tekanan harga, bukan untuk menggantikan produksi petani cabai Sulawesi Utara,” kata Asisten Jimmy di Manado, Sabtu.
Dalam jangka menengah, kata dia, pemerintah daerah akan melakukan penguatan produksi lokal, kontinuitas pasokan, distribusi antarkabupaten/kota, dan pemetaan kebutuhan pangan.
“Prinsipnya adalah menjaga keseimbangan. Kita lindungi daya beli masyarakat, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga keberlanjutan usaha petani dan pedagang lokal,” ujar Jimmy.
Intervensi dilakukan ketika diperlukan, secara terukur, berdasarkan kondisi pasokan dan perkembangan harga di lapangan.
Dia mengatakan, mendatangkan pasokan cabai dari luar daerah merupakan implementasi strategi pengendalian inflasi melalui keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Pemprov Sulut bersama tim pengendalian inflasi daerah akan terus memonitor harga, stok, distribusi, dan pasokan komoditas strategis serta memperkuat kerja sama antardaerah apabila diperlukan.
“Stabilisasi harga bukan sekadar memantau angka, tetapi memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan, dan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang wajar,” kata Jimmy menambahkan.
Pemerintah daerah bersama jajaran terkait mendatangkan cabai dari Probolinggo sebanyak 2,4 ton untuk menekan harga cabai di pasar tradisional yang mencapai di atas Rp150 ribu per kilogram.(antara,ray)
